Rss Feed
  1. Biografi Sultan Ageng Tirtayasa

    Sabtu, 17 Mei 2014

    Sultan Ageng Tirtayasa, beliau adalah pahlawan yang berasal dari provinsi Banten. Lahir pada tahun 1631. Beliau putra dari Sultan Abdul Ma’ali Ahmad dan Ratu Martakusuma yang menjadi Sultan Banten periode 1640 - 1650. Beliau memiliki nama kecil Abdul Fatah. Perjuangan beliau salah satunya adalah menentang Belanda karena VOC menerapkan perjanjian monopoli perdagangan yang merugikan kesultanan dan rakyat Banten.
    Biografi Singkat Sultan Ageng Titajasa
    Sultan Ageng Titajasa

    Dimasa mudanya beliau diberi gelar Pangeran surya. Peran Sultan Ageng dalam perkembangan Islam di Banten sangat berpengaruh. Dia menginginkan Banten mempunyai kerajaan Islam. Langkah yang beliau tempuh pertama dalam sektor ekonomi. Kesejahteraan rakyat ditingkatkan melalui pencetakan sawah-sawah baru serta irigasi yang sekaligus berfungsi sebagai sarana perhubungan.

    Sultan Ageng tidak hanya mendobrak perekonomian rakyat menjadi lebih baik tetapi juga berperan besar di bidang keagamaan. Dia mengangkat Syekh Yusuf, seorang ulama asal Makassar, menjadi mufti kerajaan yang bertugas menyelesaikan urusan keagamaan dan penasehat sultan dalam bidang pemerintahan. Dia juga menggalakkan pendidikan agama, baik di lingkungan kesultanan maupun di masyarakat melalui pondok pesantren.

    Ketika menjadi raja Banten, Sultan Ageng Tirtayasa dikenal cerdas dan menghargai pendidikan. Perkembangan pendidikan agama Islam maju dengan pesat. Nilai-nilai yang dimunculkan dari Sultan Ageng Tirtayasa. Sebagai seorang pemimpin, ia adalah pemimpin yang sangat amanah dan memiliki visi ke depan membangun bangsanya.

    Sultan Ageng Tirtayasa adalah seorang pemimpin yang sangat visioner, ahli perencanaan wilayah dan tata kelola air, egaliter dan terbuka serta berwawasan internasional. Kesultanan Banten aktif membina hubungan baik dan kerjasama dengan berbagai pihak di sekitarnya atau di tempat yang jauh sekalipun.

    Sekitar tahun 1677 Banten mengadakan kerjasama dengan Trunojoyo yang sedang memberontak terhadap Mataram. Dalam pada itu, dengan Makasar, Bangka, Cirebon, dan Indrapura dijalin hubungan baik. Karakter Sultan Ageng Tirtayasa mewakili karakter kepemimpinan dan intelektual.  Bagi dia, kepentingan rakyat adalah segala-galanya. Ketegasan pemimpin juga tidak kalah penting.


    Belanda akhirnya memakai strategi adu domba untuk menundukan Banten, yakni dengan menghasut Sultan Haji Anak tertua Sultan Ageng. Sultan Haji termakan hasultan Belanda dan mengira ayahnya akan menyerahkan kekuasaanya kepada Pangeran Purbanya, adik sultan Haji, sehingga terjadi perselisihan bahkan sampai terjadi peperangan antara ayah dan anak. Kerjasama Belanda dan Sultan Haji akhirnya dapat mengalahkan Sultan Ageng Tirtayasa. Pada tahun 1683, Sultan Ageng Tirtayasa berhasil ditangkap dan dibuang ke Batavia hingga wafat dipenjara pada tahun 1692. Sedangkan Pangeran Purbaya menyingkir ke daerah Priangan. Berdasarkan SK Presiden RI No. 045/TK 1970, nama Sultan Ageng Tirtayasa tercatat sebagai Pahlawan Nasional.

    source : http://strategi-militer.blogspot.com/2013/01/biografi-singkat-sultan-ageng-titajasa.html
                  http://biografipedia.blogspot.com/2011/06/biografi-sultan-ageng-tirtayasa.html



    Jawaban dari soal halaman 168 nomor 3 buku sejarah kemendikbud
    Oleh : Oktavia Iffahni Putri / 29


  2. 2 komentar:

    1. Unknown mengatakan...

      Yth Admin , salah photo tuh, itu photonya Sultan Agung Hanyokrokusumo, lihat https://id.wikipedia.org/wiki/Sultan_Agung_dari_Mataram

    Posting Komentar