Rss Feed
  1. KERAJAAAN BULELEG

    Rabu, 30 April 2014

    [PREAMBULE]
    Suatu catatan sejarah Bali yang perlu dikemukakan dalam bahasan tentang feudalism in Bali yang menuju kepada manorialism, adalah tentang sosok Ki Barak yaitu anak hasil hubungan gelap antara Dalem Sagening raja Gelgel dengan pembantu istana yang bernama Ni Luh Pasek. Bayi itu lahir tahun 1599M kemudian dinamakan Ki Barak karena ketika lahir seluruh tubuhnya berwarna merah darah. Keajaiban phisik serta kekuatan magis terpancar dari anak itu dalam pertumbuhan selanjutnya. Untuk menutup aib maka ia diserahkan kepada I Gusti Jelantik Bogol sebagai anak angkat kemudian diberi nama Gusti Gede Kepasekan. Dalem Sagening khawatir bila keperkasaan Gusti Gede Kepasekan dapat menyaingi kewibawaan putra mahkota I Dewa Dimade. Maka pada tahun 1611M Ki Barak atau Gusti Gede Kepasekan “dibuang” ke Den Bukit bersama ibunya Ni Luh Pasek. Ketika itu Ki Barak baru berusia 12 tahun. Lima tahun kemudian tepatnya tahun 1616M ketika Ki Barak berusia 17 tahun, ia berhasil membunuh penguasa Den Bukit yang bernama Pungakan Gendis. Sejak itu ia dinobatkan oleh rakyat Den Bukit menjadi raja dengan gelar I Gusti Anglurah Panji Sakti. Wilayah kerajaan yang membentang dari Gilimanuk di ujung barat sampai ke Tianyar di ujung timur dan Menguwi di selatan kemudian dinamakan Buleleng. 

    [RAJA RAJA]









    .







    Pada masa perkembangan kerajaan Dinasti Warmadewa, Buleleng diperkirakan mendaji salah satu daerah kekuasaan Dinasti Warmadewa. Sesuai dengan letaknya yang ada ditepi pantai, Buleleng berkembang menjadi pusat perdagangan laut. Hasil pertanian dari pedalaman diangkut lewat darat menuju Buleleng. Dari Buleleng barang dagangan yang berupa hasil pertanian seperti kapas , beras, asam, kemiri, dan bawang diangkut ke pulau lain. Perdagangan dengan daerah seberang mengalami
    perkembangan pesat.
    Begitu juga dengan perkembangan agamanya, I Gusti ketut membentuk benteng 200 meter dari Pura Dalem Jagaraga, sebagai perwujutan sistem pertahanan "Duniawi-rohani" religius-spiritual. Dan, posisi benteng Jagaraga dianggap sebagai lini terdepan kawasan kekuasaan sakti Dewa Siwa, sebagai manifestasi Tuhan.

    [VIEW] PENINGGALAN KERAJAAN BULELENG
    Boleh boleh ukirannya 😌
     

    Mungkin Itu aja dari ane siang ini, Enjoy lah Pokoknya disini
    Source bisa dilihat Disini :
    MATA AIR 1 MATA AIR 2 MATA AIR 3
    Have a nice Lunch all..






    Andika Marbun
    X Ipa 1 / 04


  2. 0 komentar:

    Posting Komentar