Rss Feed
  1. Kerajaan Holing

    Senin, 28 April 2014

    Kalingga atau Ho-ling (sebutan dari sumber Tiongkok) adalah sebuah kerajaan bercorak Hindu yang muncul di Jawa Tengah sekitar abad ke-6 masehi. Letak pusat kerajaan ini belumlah jelas, kemungkinan berada di suatu tempat antara Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Jepara sekarang. Sumber sejarah kerajaan ini masih belum jelas dan kabur, kebanyakan diperoleh dari sumber catatan China, tradisi kisah setempat, dan naskah Carita Parahyangan yang disusun berabad-abad kemudian pada abad ke-16 menyinggung secara singkat mengenai Ratu Shima dan kaitannya dengan Kerajaan Galuh. Kalingga telah ada pada abad ke-6 Masehi dan keberadaannya diketahui dari sumber-sumber Tiongkok. Kerajaan ini pernah diperintah oleh Ratu Shima, yang dikenal memiliki peraturan barang siapa yang mencuri, akan dipotong tangannya.

    LETAK KERAJAAN HOLING
         
    Pada abad ke-7 berdiri suatu kerajaan yang bernama Kalingga / Holing. Letak kerajaan kalingga hingga kini belum dapat di pastikan. Hal itu di sebabkan karena adanya beberapa pendapat yang yang berbeda dalam membahas letak kerajaan tersebut, di antaranya :
    a)      Menurut berita Cina yang berasal dari Dinasti Tang menyebutkan bahwa letak kerajaan kalingga berbatasan dengan laut sebelah selatan, Tan-Hen-La (Kamboja) di sebelah utara, Po-Li (Bali) di sebelah timur, dan To-Po-Teng di sebelah barat. Nama lain dari Holing adalah Cho-Po (jawa) sehingga berdasarkan berita cina tersebut dapat di simpulkan bahwa kerajaan kalingga / holing terletak di pulau jawa, khususnya jawa tengah.
    b)      Dalam menentukan letak kerjaan kalingga / holing, J.L. Moens meninjau dari segi perekonomian, yaitu pelayaran dan perdagangan. Alasannya, selat malaka merupakan selat yang sangat ramai dalam aktivitas pelayaran perdagangan. Pendapat J.L. Moens ini di perkuat dengan di pertemukannya sebuah daerah di Semenanjung Malaya yang bernama Keling.

    PENINGGALAN KERAJAAN HOLING
    Salah satu peninggalan kerajaan kalingga / holing adalah prasasti tukmas. Prasasti ini di temukan di Desa Dakwu tepatnya di daerah Grobogan Purwodadi di Lereng gunung merbabu di jawa tengah. Prasasti ini bertuliskan huruf pallawa berbahasa sansekerta yang menceritakan tentang mata air yang bersih dan jernih. Selain itu, prasasti ini juga memiliki gambar- gambar seperti kendi, trisula, kapak, kelasangka, cakra, dan bunga teratai yang merupakan lambing keeratan hubungan manusia dengan para dewa.   
     
    ASPEK KEHIDUPAN PEMERINTAHAN KERAJAAN HOLING

    a)    Kehidupan Politik
        Berdasarkan berita cina di sebutkan bahwa kerajaan kalingga / holing di perintah oleh seorang raja putri yang bernama Ratu Sima. Pemerintahan Ratu Sima sangat keras namun adil dan bijaksana. Kepada setiap pelanggar, Ratu Sima selalu memberikan sanksi yang tegas. Rakyat tunduk dan patuh terhadap segala perintah Ratu Sima bahkan tidak seorang pun rakyat maupun pejabat kerajaan yang melanggar segala perintahnya.
    a)    Kehidupan Ekonomi
        Kehidupan perekonomian masyarakat kerajaan kalingga / holing berkembang pesat. Masyarakat kerajaan kalingga telah mengenal hubungan perdagangan. Mereka menjalin hubungan perdagangan pada suatu tempat yang di sebut dengan pasar. Pada pasar itu, mereka mengadakan hubungan dengan teratur. Selain itu, kegiatan ekonomi masyarakat lainnya, di antaranya bercocok tanam, menghasilkan kulit, penyu, emas, perak, cula badak, dan gading serta membuat garam. Kehidupan masyarakat holing tentram. Hal itu di sebabkan karena di Holing tidak ada kejahatan dan kebohongan. Berkat kondisi itu, rakyat Holing memperhatikan pendidikan. Hal itu terbukti dengan adanya rakyat Holing telah mengenal tulisan dan ilmu perbintangan.
    a)    Kehidupan Agama
         Kerajaan kalingga merupakan kerajaan yang sangat terpengaruh oleh ajaran Budha. Oleh karena itu, Holing menjadi pusat pendidikan agama Budha. Holing memiliki seorang pendeta yang bernama Jnanabhadra. Hal itu menyebabkan masyarakat Holing mayoritas beragama Budha.
    Pada suatu hari, seorang pendeta Budha dari Cina berkeinginan menuntut ilmu di Holing. Pendeta itu bernama Hou-ei-Ning. Ia pergi Holing untuk menerjemahkan kitab Hinayana dari bahasa sansekerta ke bahasa Cina.

                                             
       SUMBER SEJARAH

    1)    Berita Dari Cina
    Pendeta I-Tsing menyatakan bahwa pendeta Hwining dan Yunki (pembantu pendeta Hwining) pergi ke Holing pada tahun 664 untuk mempelajari ajaran agama Budha. Ia juga menerjemahkan kitab suci agama Budha dari bahasa sansekerta ke bahasa Cina. Kitab yang ia terjemahkan merupakan bagian terakhir dari kitab Varinirvana yang mengisahkan tentang pembukaan jenazah sang Budha. dalam 
    2)    Prasasti Tukmas
                    
      HUBUNGAN KERAJAAN HOLING DENGAN NEGERI LUAR
    Pada masa Chen-kuang, raja holing bersama raja To-ho-lo To-p’o-teng menyerahkan upeti ke Cina. Upeti tersebut disambut baik oleh kaisar Chen-kuang. Oleh karena itu, kaisar cina mengirimkan balasan yang dibubuhi cap kerajaan kepada mereka. Selain itu, kaisar cina juga memberikan kuda-kuda terbaik kepada raja To-ho-lo.                                                                                 
    Pada tahun 813 Masehi, raja holing mengirim upeti lagi ke cina. Utusan tersebut mempersembahkan empat budak sheng-chih, burung kakatua, dan burung p’in- chiat serta benda-benda lainnya. Kaisar amat berkenan hatinya sehingga ia memberikan gelar kehormatan kepada utusan tersebut. Tetapi utusan tersebut memohon agar gelar kehormatan itu diberikan kepada adiknya saja. Kaisar sangat terkesan dengan sikap utusan tersebut sehingga ia memberikan gelar kehormatan kepada keduanya.
                                                            

    MASA KEJAYAAN
      Pada tahun 674 Masehi, kerajaan kalingga/holing diperintah oleh seorang raja putri yang bernama Ratu Sima. Ratu sima merupakan raja yang terkenal di pemerintahan kerajaan holing. Dibawah kekuasaan Ratu sima ini, kerajaan kalingga/holing mengalami masa kejayaan. Pada saat itu, semua rakyat hidup dengan tenteram dan makmur. Mereka tunduk dan patuh terhadap segala perintah ratu sima bahkan tidak ada seorang pun rakyat atau pejabat kerajaan yang berani melanggarnya.
          Pada suatu hari, ada seorang raja yang sangat penasaran dengan kejujuran rakyat holing. Raja itu bernama Raja Tache. Ia berkeinginan untuk menguji kejujuran rakyat holing. Untuk membuktikannya, raja Tache mengirim utusan ke holing. Utusan tersebut diperintahkan untuk meletakkan pundi-pundi emas secara diam-diam di tengah jalan dekat keramaian pasar. Tetapi tidak ada seorang pun yang berani menyentuh pundi-pundi emas tersebut hingga 3 tahun lamanya. Namun, pada suatu hari sang putera mahkota sedang berjalan-jalan melewati pasar tersebut. Ketika berjalan, kaki putera mahkota tidak sengaja menyenggol pundi-pundi emas. Salah seorang warga melihat kejadian itu dan ia melaporkan kepada pemerintah kerajaan. Laporan tersebut terdengar oleh ratu sima. Ia langsung memerintahkan kepada hakim untuk membunuh anaknya sendiri. Ratu sima menganggap itu merupakan tindakan kejahatan pencurian. Beberapa patih kerajaan tidak setuju dengan keputusan yang diambil oleh ratu sima. Mereka mengajukan pembelaan untuk putera mahkota kepda ratu sima. Mereka meminta agar putera mahkota tidak dibunuh melainkan hanya dipotong kakinya saja. Pembelaan patih kerajaan disetujui oleh ratu sima. Oleh karena itu, untuk menebus kesalahan kaki putera mahkota dipotong.
    (Ade Bunga Putri X IPA 1)
    Sumber: http://harneycute.blogspot.com/2012/01/letak-kerajaan-holing-normal-0-false.html, http://wikipedia.com/Kerajaan_Kalingga 

  2. 1 komentar:

    1. yukie mengatakan...

      https://kokonatsutrrrrrrrrrrrrr.blogspot.co.id/2017/12/nyamuk-suka-sekali-gigit-manusia-ini.html
      https://kokonatsutrrrrrrrrrrrrr.blogspot.co.id/2017/12/selain-masih-cinta-ini-5-alasan-kenapa.html
      https://kokonatsutrrrrrrrrrrrrr.blogspot.co.id/2017/12/kebakaran-dahsyat-melanda-california-as.html

      Taipan Indonesia | Taipan Asia | Bandar Taipan | BandarQ Online
      SITUS JUDI KARTU ONLINE EKSKLUSIF UNTUK PARA BOS-BOS
      Kami tantang para bos semua yang suka bermain kartu
      dengan kemungkinan menang sangat besar.
      Dengan minimal Deposit hanya Rp 20.000,-
      Cukup Dengan 1 user ID sudah bisa bermain 7 Games.
      • AduQ
      • BandarQ
      • Capsa
      • Domino99
      • Poker
      • Bandarpoker.
      • Sakong
      Kami juga akan memudahkan anda untuk pembuatan ID dengan registrasi secara gratis.
      Untuk proses DEPO & WITHDRAW langsung ditangani oleh
      customer service kami yang profesional dan ramah.
      NO SYSTEM ROBOT!!! 100 % PLAYER Vs PLAYER
      Anda Juga Dapat Memainkannya Via Android / IPhone / IPad
      Untuk info lebih jelas silahkan hubungi CS kami-Online 24jam !!
      • FaceBook : @TaipanQQinfo
      • WA :+62 813 8217 0873
      • BB : D60E4A61
      Come & Join Us!!

    Posting Komentar